Siomay ikan rentan terhadap kontaminasi bakteri, memiliki kadar air yang tinggi, dan kurangnya fasilitas penyimpanan dingin di toko-toko tradisional sehingga dapat memperpendek umur simpan produk siomay. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menutup dan membatasi interaksi antara produk dengan lingkungan dengan menggunakan edible film yang ramah lingkungan, mudah terurai, dan antibakteri. Edible film dibuat dari kombinasi tepung tapioka dan nanokitosan sisik ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung tapioka dengan nanokitosan sisik ikan pada edible film terhadap daya simpan dan nilai organoleptik siomay ikan selama penyimpanan pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah PO (2,1% Tepung Tapioka : 0% Nanokitosan), P1 (1,95% Tepung Tapioka : 0,15% Nanokitosan), P2 (1,8% Tepung Tapioka : 0,3% Nanokitosan), P3 (1,65% Tepung Tapioka : 0,45% Nanokitosan), P4 (1,5% Tepung Tapioka : 0,6% Nanokitosan). Data uji ketebalan, Water Vapor Transmission Rate (WVTR), kuat tarik, elongasi, modulus elastik, kadar air, pH, Total Plate Count (TPC) dianalisis menggunakan ANOVA dan DMRT sedangkan uji organoleptik menggunakan Krustal Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi tepung tapioka dan nanokitosan sisik ikan yang berbeda dalam pembuatan edible film berpengaruh terhadap umur simpan dan nilai organoleptik ikan selama penyimpanan pada suhu ruang.
Copyrights © 2025