Udang vaname (Litopenaeus vannamei) adalah komoditas penting dalam akuakultur global dengan nilai ekonomi tinggi, berkontribusi pada pendapatan petambak dan ekonomi lokal. Budidaya vaname di Indonesia umumnya masih menggunakan metode tradisional dengan manajemen tambak terbatas. Kondisi fisika-kimia air tambak yang kurang optimal dapat menyebabkan stres pada udang dan meningkatkan resiko infeksi patogen, seperti bakteri Vibrio yang memicu penyakit Vibriosis, mengancam kesehatan udang dan menimbulkan kerugian. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor fisika-kimia air yang mempengaruhi total Vibrio pada hepatopankreas udang vaname di tambak tradisional Kecamatan Rungkut, Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan analisis laboratorium. Analisis regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa oksigen terlarut (DO) dan amonia berpengaruh nyata terhadap total Vibrio pada hepatopankreas udang vaname. DO memiliki nilai p 0,025 dengan korelasi negatif, sedangkan amonia memiliki nilai p 0,020 dengan korelasi positif.
Copyrights © 2025