Jurnal Perikanan
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN

ANALYSIS OF SEAGRASS ECOSYSTEM HEALTH AND THE PRESENCE OF ASSOCIATED BIOTA IN GILI BALU, WEST NUSA TENGGARA

Putri Apriliana Lestari (Marine Science Study Program, Padjadjaran University)
Sunarto Sunarto (Department of Marine Science, Padjadjaran University)
Mochamad Rudyansyah Ismail (Department of Marine Science, Padjadjaran University)
Andy Afandy (Center for Coastal and Marine Resources Studies, IPB University)
Yuniarti Yuniarti (Department of Marine Science, Padjadjaran University)
Jasmine Puteri Pertama (Department of Marine Science, Padjadjaran University)
Alfienna Dwi Augustine (Department of Marine Science, Padjadjaran University)
Dinar Dewi Mada (Department of Marine Science, Padjadjaran University)



Article Info

Publish Date
08 Dec 2025

Abstract

Ekosistem kesehatan lamun menjadi indikator utama yang mencerminkan kondisi padang lamun di suatu lokasi serta berperan dalam menentukan tingkat keanekaragaman hayati yang didukungnya (Dewi et al . 2019). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan ekosistem lamun serta keberadaan biota asosiasinya di kawasan konservasi perairan Gili Balu, Nusa Tenggara Barat. Pengambilan data dilakukan pada tiga stasiun dengan metode transek kuadrat untuk menilai persentase tutupan lamun, epifit, makroalga, serta parameter kualitas perairan. Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun (IKEL) dihitung berdasarkan penutupan lamun, epifit, makroalga, kecerahan, dan kekayaan jenis. Analisis komunitas biota asosiasi menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), dominansi (C), dan keseragaman (E'). Hasil penelitian menunjukkan nilai IKEL pada Stasiun 1 (0,72) dan Stasiun 2 (0,716) termasuk kategori baik, sedangkan Stasiun 3 (0,623) berada pada kategori sedang. Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada Stasiun 1 (H'=3,565) dengan komunitas stabil, sedangkan Stasiun 2 (H'=2,024) dan Stasiun 3 (H'=1,651) tergolong sedang. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan positif antara nilai IKEL dan indeks keanekaragaman, namun tidak signifikan secara statistik, sehingga keanekaragaman biota juga mempengaruhi faktor lain seperti substrat, kualitas perairan, dan tekanan antropogenik. Kata kunci : Biota Asosiasi, Gili Balu, Keanekaragaman, Ekosistem Kesehatan, Lamun

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. ...