Fleksibilitas perkuliahan daring menekankan integrasi sistem pendidikan dengan lingkungan dari berbagai sumber selama era pendidikan 4.0. Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap warga negara, termasuk mahasiswa tunarungu. Mahasiswa tunarungu menghadapi tantangan dalam hal penyampaian komunikasi lewat daring. Orang tua juga mengalami tantangan dalam mendampingi anaknya untuk pembelajaran daring, sebab minim komunikasi dengan dosen dan kurang mengerti penggunaan aplikasi. Dari segi dosen juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi kepada mahasiswa tunarungu karena sulit berkomunikasi dengan mereka. Perkuliahan daring seharusnya memudahkan mahasiswa tunarungu untuk mendapatkan perkuliahan, namun fenomena sosial yang terjadi di lapangan menunjukan masih banyak kekurangan dan hambatan. Salah satunya tidak adanya juru isyarat khusus pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana fleksibilitas penggunaan Zoom sebagai media perkuliahan daring jarak jauh untuk mahasiswa tunarungu di Surakarta. Penelitian ini menggabungkan pendekatan studi kasus dengan wawancara mendalam dengan mahasiswa tunarungu menggunakan bahasa isyarat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Copyrights © 2026