Penelitian ini menganalisis ketahanan sistem operasi terhadap ancaman malware lokal yang dirancang khusus untuk mengeksploitasi celah konfigurasi sistem dan kelalaian pengguna. Menggunakan metode analisis dinamis dalam lingkungan terisolasi (sandboxing), penelitian ini memantau secara mendalam aktivitas persistensi, manipulasi registry, hingga teknik injeksi proses berbahaya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa meskipun fitur keamanan proaktif seperti proteksi kernel telah diimplementasikan, malware lokal tetap mampu menginfeksi sistem melalui teknik penyamaran (obfuscation) dan eksploitasi hak akses pengguna (privilege escalation). Kesimpulan penelitian menekankan bahwa sinergi antara pembaruan keamanan sistem dan penguatan kebijakan hak akses merupakan langkah krusial dalam memitigasi ancaman malware secara efektif.
Copyrights © 2026