Indonesian Journal of Social Issues
Vol. 1 No. 2 (2026): April, Social Media Addiction and the Decline of Face-to-Face Interaction Among

Sejarah Perkembangan Ilmu: Relasi Agama dan Sains

Imam Bahauddin (Universitas Al-Falah As-Sunniyyah Kencong)
Ahmad Imron Zamzami Imron Zamzami (Universitas Al-Falah As-Sunniyyah Kencong)
Ahmad Faruq (Universitas Al-Falah As-Sunniyyah Kencong)
Asnawan (Universitas Al-falah Assunniyah kencong,)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara historis dan filosofis relasi antara agama dan sains dalam lintasan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Latar belakang kajian ini berangkat dari perdebatan panjang antara paradigma keagamaan dan paradigma ilmiah yang sering dianggap berlawanan, padahal dalam konteks sejarah Islam klasik keduanya justru menunjukkan hubungan yang harmonis dan integratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan historis dan filosofis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap karya-karya klasik dan kontemporer yang relevan, seperti Al-Kindi, Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Ghazali, hingga pemikir modern seperti Ian G. Barbour, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Ismail Raji al-Faruqi, dan Seyyed Hossein Nasr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi antara agama dan sains mengalami tiga pola utama: (1) integratif pada masa peradaban Islam klasik, di mana wahyu dan akal dipandang saling melengkapi; (2) konflik pada masa modern Eropa yang ditandai oleh sekularisasi ilmu dan marginalisasi nilai-nilai spiritual; serta (3) rekonstruktif pada era kontemporer, ketika muncul kembali kesadaran akan pentingnya dialog dan integrasi antara keduanya. Temuan ini memperlihatkan bahwa konflik antara agama dan sains bukanlah keniscayaan epistemologis, melainkan hasil dari perubahan paradigma dan konteks sosial tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model relasi ideal antara agama dan sains adalah dialogis dan integratif, di mana agama berfungsi memberikan landasan moral dan tujuan spiritual bagi sains, sementara sains memperkaya pemahaman manusia terhadap tanda-tanda kebesaran Tuhan. Dengan demikian, paradigma integratif-tauhidik dalam Islam dapat menjadi dasar konseptual bagi pembangunan ilmu pengetahuan modern yang beretika, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan manusia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijosim

Publisher

Subject

Description

Indonesian Journal Of Social Issues is a scientific journal that publishes original research articles, review articles, and conceptual studies addressing contemporary social issues, particularly those related to social, economic, political, governmental, and educational dimensions of society. The ...