Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2010–2023. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dan inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Secara parsial, pengangguran dan inflasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, dengan pengangguran sebagai variabel yang paling dominan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,688 menunjukkan bahwa 68,8% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengendalian pengangguran dan stabilitas inflasi dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Copyrights © 2026