Penelitian ini diarahkan untuk menelusuri keterkaitan dinamika penanaman modal berbasis instrumen pasar keuangan dengan gejolak tingkat harga terhadap akselerasi ekonomi regional pada lima wilayah administratif di Pulau Kalimantan, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara dalam rentang observasi 2017–2024. Orientasi penelitian dibangun melalui kerangka kuantitatif bercorak eksplanatif dengan pemanfaatan data turunan yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan. Pengolahan empiris dilakukan melalui pendekatan regresi data panel berbantuan perangkat lunak EViews. Hasil estimasi memperlihatkan bahwa transmisi investasi melalui mekanisme pasar modal belum menunjukkan daya dorong yang cukup berarti terhadap pembentukan pertumbuhan ekonomi daerah, sementara tekanan inflasioner justru memperlihatkan keterhubungan yang searah dan bermakna secara statistik. Di sisi lain, ketika kedua variabel diposisikan secara simultan, ditemukan adanya pengaruh kolektif terhadap dinamika pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, kapasitas model dalam merepresentasikan variasi fenomena ekonomi relatif terbatas sebagaimana tercermin dari nilai determinasi yang hanya berada pada kisaran 13%–18%, sehingga mengindikasikan masih luasnya ruang penjelas lain di luar konstruksi model yang digunakan. Oleh sebab itu, penelitian lanjutan dipandang perlu memperluas spektrum variabel agar pemetaan determinan pertumbuhan ekonomi kawasan Kalimantan dapat dijelaskan secara lebih komprehensif dan multidimensional.
Copyrights © 2026