Medan Zoo merupakan lembaga konservasi ex situ yang berperan dalam pelestarian satwa, pendidikan, penelitian, dan rekreasi. Namun, berbagai permasalahan pengelolaan seperti penurunan populasi satwa, keterbatasan fasilitas, dan menurunnya jumlah pengunjung berpotensi memengaruhi keberlanjutan fungsi konservasi yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan konservasi satwa di Medan Zoo, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengelolaan untuk mendukung keberlanjutannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medan Zoo masih menjalankan fungsi konservasi melalui pemeliharaan satwa, penyediaan pakan, perawatan kesehatan, dan pengelolaan habitat. Namun, terjadi penurunan populasi satwa yang signifikan dari 255 ekor pada tahun 2022 menjadi 99 ekor pada saat penelitian. Selain itu, keterbatasan pendanaan dan fasilitas pendukung juga menjadi hambatan utama dalam pengelolaan konservasi. Penelitian ini menghasilkan empat strategi utama, yaitu revitalisasi populasi satwa, pengembangan program edukasi lingkungan, peningkatan daya tarik wisata dan fasilitas, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Strategi tersebut diharapkan mampu mendukung keberlanjutan fungsi konservasi di Medan Zoo.
Copyrights © 2026