Fenomena flexing di media sosial menjadi isu penting dalam ekonomi mikro Islam karena menunjukkan pergeseran konsumsi dari pemenuhan kebutuhan menuju pencarian status, citra diri, dan pengakuan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep israf dan tabzir dalam praktik flexing melalui perspektif ekonomi mikro Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, laporan riset, dokumen akademik, dan sumber digital relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur terarah, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi konsep, analisis isi, interpretasi kritis, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa flexing merupakan konsumsi simbolik yang dipengaruhi validasi sosial, perbandingan diri, materialisme, dan ekonomi perhatian. Israf tampak pada konsumsi berlebihan, sedangkan tabzir tampak pada penggunaan harta yang sia-sia. Kajian ini memperluas ekonomi Islam pada konteks konsumsi digital dan menyarankan penelitian empiris lanjutan. Implikasinya, literasi konsumsi Islami perlu diperkuat agar pengguna media sosial lebih kritis terhadap budaya pamer dan pemborosan digital.
Copyrights © 2026