Perkembangan teknologi digital dalam sektor manufaktur telah mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan sistem otomatisasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi. Salah satu teknologi yang banyak digunakan pada industri farmasi adalah mesin Thermal Ink Jet (TIJ) yang berfungsi untuk mencetak informasi produk secara otomatis pada kemasan. Meskipun teknologi tersebut mampu mendukung akurasi dan kecepatan proses produksi, keberhasilannya tetap dipengaruhi oleh kemampuan operator dalam memanfaatkan teknologi digital serta kualitas interaksi yang terjalin antara manusia dan mesin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi digital operator terhadap efektivitas penggunaan mesin Thermal Ink Jet (TIJ) serta menguji peran Human-Machine Collaboration sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 32 operator produksi dan packing yang terlibat langsung dalam pengoperasian mesin TIJ pada industri manufaktur farmasi di Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) serta Smart Partial Least Squares (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital operator berpengaruh positif terhadap Human-Machine Collaboration. Selain itu, Human-Machine Collaboration terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penggunaan mesin TIJ. Analisis mediasi menunjukkan bahwa Human-Machine Collaboration berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kompetensi digital operator dan efektivitas penggunaan mesin TIJ. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi digital perlu diimbangi dengan penguatan kolaborasi antara manusia dan teknologi guna mendukung implementasi smart manufacturing yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026