Perubahan nilai-nilai sosiokultural di era digital menghadirkan tantangan unik bagi dunia pendidikan, terutama dalam pembentukan karakter anak-anak sekolah dasar. Ketergantungan pada perangkat elektronik sering kali memicu sikap individualisme serta melemahkan disiplin dan keterampilan sosial anak-anak. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki potensi yang signifikan sebagai intervensi pembentukan karakter karena interaksi fisiknya yang langsung. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap efektivitas pengintegrasian kearifan lokal khususnya permainan tradisional dalam memperkuat disiplin dan kerja sama di antara siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka, yang melibatkan analisis kritis terhadap berbagai sumber ilmiah, jurnal terkemuka, dan buku teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, ketika diterapkan melalui aktivitas fisik terstruktur, terbukti efektif sebagai stimulus moral. Aturan yang melekat dalam permainan tradisional menumbuhkan disiplin siswa secara mandiri dan tanpa paksaan, sementara dinamika kelompok dalam permainan tersebut memaksa siswa untuk mengesampingkan ego mereka demi mencapai tujuan bersama (kerja sama). Kesimpulannya, kearifan lokal bukan sekadar bahan pelengkap untuk pelestarian budaya, melainkan pendekatan instruksional strategis yang esensial untuk mengembangkan dimensi afektif siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026