Rendahnya aktivitas belajar dan karakter siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menjadi permasalahan yang ditemukan di sekolah dasar. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa ketika guru menggunakan pendekatan ceramah, pembelajaran cenderung berpusat pada guru. Akibatnya, siswa tidak terlibat secara aktif dalam diskusi, mengemukakan pendapat, dan merefleksikan apa yang mereka pelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar dan karakter siswa dengan menerapkan pembelajaran mendalam yang didasarkan pada teori humanisme ke dalam pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V SD Negeri 03 Manado. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat dari 53,2% pada pra siklus menjadi 69,6% pada Siklus I dan mencapai 90% pada Siklus II. Karakter siswa juga mengalami peningkatan dari 58,8% pada pra tindakan menjadi 75,2% pada Siklus I dan 90,4% pada Siklus II. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dan teori humanisme mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, reflektif, kontekstual, dan bermakna. Dengan demikian, pendekatan ini efektif dalam meningkatkan aktivitas belajar dan karakter siswa serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Copyrights © 2026