Kajian tafsir rasional dalam tradisi Mu'tazilah masih cenderung dianalisis secara parsial, terutama terpisah antara aspek teologis dan metodologis, sehingga menyisakan kesenjangan dalam pemahaman komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah, perkembangan, sumber, metode, karakteristik, serta tokoh dan karya tafsir Mu'tazilah secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan melalui analisis literatur primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Mu'tazilah merupakan sistem hermeneutika rasional yang terstruktur dengan menjadikan akal sebagai instrumen utama dalam menafsirkan teks wahyu, didukung oleh pendekatan linguistik dan prinsip teologis. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi multidimensi dalam satu kerangka analitis yang utuh. Simpulan menunjukkan bahwa tafsir Mu'tazilah memiliki kontribusi signifikan dalam perkembangan ilmu tafsir, meskipun menghadapi kritik terkait dominasi rasionalitas.
Copyrights © 2026