Program dauroh merupakan model pembelajaran tahfidz Al-Qur'an yang bersifat intensif dan terstruktur yang mulai banyak diterapkan di lembaga pendidikan Islam formal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi program dauroh dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur'an di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru tahfidz (ustadzah) dan siswi kelas VIII F yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dauroh di SMP MBS Zam-Zam Cilongok dilaksanakan satu kali setiap bulan selama satu pekan (Senin–Jumat) dengan enam sesi halaqah setiap harinya. Program ini memiliki tiga komponen utama, yaitu: tahap persiapan yang mencakup penyusunan jadwal, penetapan target hafalan (minimal satu lembar per hari), dan seleksi pembimbing; tahap pelaksanaan melalui mekanisme setoran hafalan (ziyadah) yang didokumentasikan dalam buku mutaba'ah; serta tahap evaluasi melalui rekapitulasi capaian hafalan pada hari terakhir dauroh. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi ketersediaan Rumah Tahfidz sebagai fasilitas khusus, sistem reward berupa izin perkeluaran pondok bagi siswa yang berhasil tasmi' satu juz, dan kompetensi guru pembimbing. Faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan sarana-prasarana dan gangguan dari pihak eksternal (wali santri yang berkunjung di luar jadwal). Program dauroh terbukti efektif meningkatkan fokus dan kuantitas hafalan siswa dibandingkan pembelajaran tahfidz pada hari-hari biasa.
Copyrights © 2026