Keterampilan membaca permulaan merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa sekolah dasar karena menjadi landasan bagi proses pembelajaran pada jenjang berikutnya. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan, sehingga mengikuti program intervensi remedial. Namun, program ini juga tidak berjalan optimal karena proses pembelajaran yang masih kurang memanfaatkan penggunaan media sama seperti pembelajaran di kelas. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Busy book berbantuan metode SAS untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I pada program intervensi remedial sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 26 siswa program intervensi remedial kelas I sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi ahli, angket respon siswa dan guru, serta pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji t, dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh nilai validasi media sebesar 96% dan validasi materi sebesar 93,3% dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media ditunjukkan melalui respon siswa sebesar 95,3% dan respon guru sebesar 100% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukkan melalui peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 51 menjadi 80 pada posttest, dan dari uji t nilai signifikansi kurang dari 0,05 dimana berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest, dengan nilai N-Gain 0,58 yang termasuk kategori sedang.
Copyrights © 2026