Asesmen autentik menjadi pendekatan evaluasi yang relevan dalam pembelajaran abad ke-21 karena mampu menilai kompetensi peserta didik secara menyeluruh melalui tugas yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Dalam pembelajaran Geografi di tingkat SMA, asesmen autentik penting diterapkan karena dapat mengukur kemampuan berpikir spasial, keterampilan observasi, analisis fenomena keruangan, serta penyelesaian masalah lingkungan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran Geografi SMA melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2016–2026 dan dianalisis menggunakan tahapan SLR berdasarkan pedoman Petticrew dan Roberts. Hasil kajian terhadap 10 artikel menunjukkan bahwa tantangan utama implementasi asesmen autentik meliputi keterbatasan waktu dan tingginya beban kerja guru, rendahnya kompetensi dan pemahaman guru mengenai asesmen autentik, kompleksitas penyusunan instrumen dan rubrik penilaian, kesiapan peserta didik yang belum optimal, serta terbatasnya pelatihan dan dukungan sistem pendidikan. Temuan juga menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi asesmen autentik dipengaruhi oleh keterkaitan berbagai faktor yang memerlukan penanganan secara komprehensif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyederhanaan administrasi penilaian, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan dukungan kelembagaan agar asesmen autentik dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran geografi.
Copyrights © 2026