Kesenjangan antara capaian afektif dan kognitif siswa merupakan persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian dalam evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, mendeskripsikan, dan menganalisis pola kesenjangan antara capaian afektif (sikap sosial) dan capaian kognitif (pemahaman konsep kenampakan alam dan kegiatan ekonomi) siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh siswa kelas IV A pada salah satu sekolah dasar negeri di Jakarta Timur, dan sampel jenuh sebanyak 29 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif dan lembar observasi sikap berskala 1–4 untuk mengukur ranah afektif, kemudian dianalisis secara deskriptif dan korelasional menggunakan koefisien korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata nilai kognitif siswa sebesar 62,07 (rentang 35–85; SD = 14,55), sedangkan rerata nilai afektif sebesar 76,82 (rentang 62,5–97,5; SD = 7,88). Sebanyak 58,6% siswa berada di bawah kriteria ketuntasan minimal pada ranah kognitif, sementara 72,4% siswa mencapai kategori sikap baik hingga sangat baik. Koefisien korelasi antara kedua variabel tergolong lemah hingga sedang (r = 0,40), yang mengindikasikan bahwa sikap sosial yang positif tidak selalu diikuti oleh pemahaman konseptual yang optimal. Kesenjangan ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal berupa perbedaan kemampuan individu dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa metode dan media pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman kemampuan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penilaian autentik yang mengintegrasikan tiga ranah belajar serta penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026