Penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak usia dini berpotensi menurunkan motivasi belajar apabila tidak diimbangi dengan pendampingan dari orang tua dan lingkungan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada anak usia 4–9 tahun di Kelurahan Bendung, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, yang menunjukkan rendahnya minat belajar, tingginya intensitas penggunaan gadget untuk hiburan, serta terbatasnya pendampingan belajar di rumah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat motivasi belajar anak melalui penguatan peran orang tua dan penyediaan aktivitas pembelajaran yang lebih menarik. Program dilaksanakan selama tiga bulan dengan sasaran 20 anak usia 4-9 tahun beserta orang tua melalui tiga kegiatan utama, yaitu edukasi literasi digital bagi orang tua, pendampingan belajar kreatif, serta permainan edukatif dan kompetisi pembelajaran. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan berlangsung serta diskusi dengan orang tua untuk mengetahui perubahan perilaku belajar peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa edukasi literasi digital memperkuat pemahaman orang tua mengenai pendampingan penggunaan gadget secara bijaksana. Pendampingan belajar kreatif dan permainan edukatif mendorong partisipasi yang lebih aktif, minat membaca, serta kepercayaan diri anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu, teramati berkurangnya penggunaan gadget pada waktu belajar dan semakin tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti setiap kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, orang tua, dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif sehingga dapat menjadi alternatif pemberdayaan masyarakat dalam memperkuat motivasi belajar anak di era digital.
Copyrights © 2026