Permasalahan utama mitra di TK Kecamatan Jogonalan adalah kurangnya referensi model permainan edukatif dan dominasi aktivitas jasmani yang monoton, diperburuk oleh gaya hidup sedentari anak akibat penggunaan gawai atau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan model aktivitas jasmani berbasis permainan untuk menstimulasi perkembangan motorik dan kognitif anak secara simultan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui ceramah, demonstrasi, dan simulasi mandiri (role play) yang diikuti oleh 30 orang guru. Sebanyak enam model permainan disosialisasikan, antara lain "Auumm!!" dan "Bola Puzzle". Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mitra, dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 60,17 menjadi 80,67. Uji statistik paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa pendampingan ini sangat efektif meningkatkan kompetensi pedagogis guru dalam merancang pembelajaran gerak yang menyenangkan. Disimpulkan bahwa integrasi permainan dalam aktivitas jasmani mampu menjadi solusi pedagogis yang aplikatif untuk mengatasi inaktivitas jasmani pada anak usia dini.
Copyrights © 2026