Jurnal Reka Lingkungan
Vol 14, No 2 (2026)

STUDI KUANTITAS DAN KUALITAS AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KOTA TANJUNGPINANG

Desryati Desryati (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia)
Febrianti Lestari (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia)
Diana Azizah (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia)
Agung Dhamar Syakti (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia)
Arief Pratomo (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Program Pasca Sarjana, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Jalan Raya Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat Kota Tanjungpinang yang hingga saat ini belum sepenuhnya terpenuhi dengan cakupan layanan PDAM hanya 33,38%. Keterbatasan kapasitas waduk tadah hujan dan kendala ketersediaan lahan menjadi tantangan utama penyediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi air hujan sebagai alternatif penyediaan air bersih di Kota Tanjungpinang ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data curah hujan 10 tahun (2015-2024) dari BMKG, data luas atap bangunan dari citra satelit OSM 2024, dan pengujian kualitas air hujan berdasarkan 14 parameter sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan potensi pemanenan air hujan mencapai 2.308.815 m³/bulan dari total luas atap 11.384.277 m². Bangunan dengan atap ≥100 m² mampu memenuhi kebutuhan domestik 600 liter/hari sepanjang tahun, sedangkan atap <100 m² hanya dapat menjadi sumber alternatif. Analisis kualitas menunjukkan air hujan murni memenuhi baku mutu, namun air hujan tangkapan atap terkontaminasi bakteri E. coli dan Total Coliform serta mengandung timbal (Pb) 1 mg/L. Penelitian ini menyimpulkan bahwa air hujan berpotensi menjadi sumber air bersih alternatif di Kota Tanjungpinang dengan syarat dilakukan pengolahan yang memadai sebelum pemanfaatan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

lingkungan

Publisher

Subject

Environmental Science

Description

Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. ...