Era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan, big data, dan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari membawa perubahan signifikan bagi dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, digitalisasi pembelajaran PAI masih menghadapi kesenjangan antara tuntutan teknologi dan esensi nilai-nilai keislaman, serta ketiadaan ruang temu yang ideal antara teknologi dan PAI. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komprehensif tantangan dan peluang digitalisasi pembelajaran PAI di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif analitis, melalui identifikasi, seleksi, dan sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah periode 2015–2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran PAI di era Society 5.0 menghadirkan peluang besar berupa peningkatan aksesibilitas, personalisasi pembelajaran, interaktivitas, dan penguatan literasi keagamaan peserta didik. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kompetensi digital guru, risiko degradasi nilai spiritual, penyebaran konten digital menyimpang, serta ancaman radikalisme dan disinformasi. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah identifikasi dan sintesis model keseimbangan (equilibrium model) antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai-nilai Islami sebagai kerangka konseptual digitalisasi PAI di era Society 5.0.
Copyrights © 2024