Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tinggi merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang kompleks dan sering kali tidak terlaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko serta memprediksi kemungkinan terjadinya pelecehan seksual di perguruan tinggi Kota Palangka Raya menggunakan pendekatan Bayesian Network. Data diperoleh dari 304 responden melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021. Proses pra-pemrosesan data mencakup pembersihan data, balancing kelas target, feature engineering, dan pembentukan intermediate node untuk menyederhanakan struktur jaringan. Tiga model diuji dengan metode Expectation-Maximization untuk pembelajaran parameter dan dibandingkan menggunakan evaluasi akurasi, confusion matrix, dan kurva ROC-AUC. Hasil menunjukkan bahwa model dengan balancing data, intermediate node, dan stratified split (Model C) memberikan performa terbaik, dengan recall 100% dalam mendeteksi korban dan AUC sebesar 0.95. Temuan ini menunjukkan bahwa model dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pemetaan risiko pelecehan seksual dan pengambilan kebijakan preventif di lingkungan perguruan tinggi.
Copyrights © 2026