Penelitian sebelumnya menemukan bahwa siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Polewali Mandar memaknai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) secara keliru, yaitu sebagai kampus yang lebih menekankan pelajaran agama dibanding pelajaran umum serta dipandang sebagai pilihan kedua setelah perguruan tinggi negeri lainnya. Kekeliruan pemaknaan ini berimplikasi pada rendahnya minat siswa MAN untuk menjadikan PTKIN sebagai pilihan utama melanjutkan studi. Pengabdian ini bertujuan menjangkau dan meluruskan pemaknaan tersebut melalui penyuluhan spirit PTKIN kepada siswa MAN di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan lima tahapan, yaitu to know, to understand, to plan, to act, dan to change, yang diimplementasikan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab di dua madrasah, yaitu MAN 1 Polewali, dan MAN 2 Polewali. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme tinggi siswa yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta banyaknya pertanyaan terkait jalur seleksi, program studi unggulan, dan beasiswa di PTKIN. Lebih jauh, Pengabdian ini berkontribusi mengubah cara pandang siswa MAN di Kabupaten Polewali Mandar bahwa PTKIN menawarkan keseimbangan pendidikan agama dan umum, sekaligus.
Copyrights © 2026