Desa Lempeni, Kabupaten Lumajang memiliki potensi komoditas pepaya yang cukup besar, tetapi pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk segar sehingga nilai tambah dan peluang pengembangan usaha belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dan BUMDes melalui diversifikasi pepaya menjadi abon pepaya dan gummy pepaya serta pendampingan aspek pengolahan, sanitasi, pengemasan, dan pengelolaan usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui tahapan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan dan praktik pengolahan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata 98,75% respons positif peserta pada tahap sosialisasi terhadap potensi diversifikasi, daya tarik produk, pentingnya kemasan, dan minat penerapan pengemasan serta pemasaran. Evaluasi setelah pelatihan menunjukkan bahwa 90% peserta telah menunjukkan pemahaman terhadap proses pengolahan, yang terdiri atas 60% kategori paham dan 30% sedikit paham, sedangkan 10% peserta belum memahami. Pendampingan aspek ekonomi menghasilkan HPP abon pepaya sebesar Rp19.151 per kemasan dengan harga jual Rp25.000 serta HPP gummy pepaya sebesar Rp14.992 per kemasan dengan harga jual Rp23.000. Sebanyak 95% peserta berminat menerapkan teknik pengemasan dan pemasaran produk. Kegiatan ini memberikan dasar awal bagi pengembangan produk olahan pepaya bernilai tambah dan rintisan usaha berbasis potensi lokal melalui BUMDes Desa Lempeni.
Copyrights © 2026