Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas menjahit dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan desa di RW 01–04 Desa Jetis. Menjahit merupakan kegiatan produktif yang banyak dilakukan warga sebagai sumber pendapatan, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan, dengan pola kerja yang bervariasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap sejumlah informan penjahit untuk menggambarkan pola kerja serta keterlibatan mereka dalam kegiatan desa seperti kerja bakti, PKK, dan pertemuan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjahit tidak secara langsung menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat, melainkan lebih dipengaruhi oleh fleksibilitas waktu kerja, status menjahit sebagai pekerjaan utama atau sampingan, serta ketatnya target dan tenggat pekerjaan. Masyarakat dengan waktu kerja fleksibel cenderung lebih mudah mengikuti kegiatan desa, sedangkan penjahit yang menggantungkan penghasilan utama pada pekerjaan dengan target ketat mengalami keterbatasan waktu sehingga partisipasinya lebih rendah. Keterbatasan tersebut bukan mencerminkan rendahnya kepedulian, melainkan kondisi pekerjaan dan kebutuhan ekonomi yang dihadapi. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan desa disarankan mempertimbangkan waktu kerja warga, misalnya menjadwalkan kegiatan pada sore, malam, atau hari Minggu, serta menginformasikan jadwal lebih awal, sehingga kebutuhan ekonomi melalui menjahit dan keterlibatan sosial masyarakat dapat berjalan seimbang dan saling mendukung.
Copyrights © 2026