Perumahan subsidi merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, pembangunan perumahan subsidi sering menghadapi kendala teknis, terutama terkait kondisi lahan dan kelembapan tanah yang memengaruhi kualitas konstruksi maupun keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring kelembapan tanah berbasis Arduino dengan dukungan sensor Soil Moisture dan modul komunikasi NodeMCU ESP8266 yang mampu melakukan pengukuran kelembapan secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor kemudian diproses oleh mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD sebagai media informasi, sehingga memudahkan pengembang maupun pemelihara perumahan dalam mengambil keputusan terkait kondisi tanah. Metodologi penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pihak pengembang perumahan subsidi, serta pengujian eksperimen terhadap sistem yang dibangun. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kondisi tanah pada dua kategori, yaitu kelembapan normal (aman) dan kelembapan tidak normal (butuh pengerasan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu bekerja dengan akurasi cukup baik sesuai rentang nilai sensor yang ditentukan, dengan respon cepat dalam menampilkan hasil pembacaan. Selain itu, sistem ini relatif hemat biaya, mudah diimplementasikan, serta dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi Internet of Things (IoT) sehingga data dapat dipantau melalui perangkat seluler. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan solusi praktis untuk monitoring kelembapan tanah yang selama ini jarang diperhatikan dalam pembangunan perumahan subsidi, padahal faktor ini berperan penting dalam mencegah terjadinya tanah amblas, retakan bangunan, maupun kerusakan lingkungan jangka panjang. Dengan adanya sistem ini, diharapkan kualitas perumahan subsidi dapat ditingkatkan, baik dari sisi teknis pembangunan maupun kenyamanan penghuninya. Penelitian ini juga membuka peluang penerapan sistem serupa pada bidang lain, seperti pertanian perkotaan atau pengelolaan ruang hijau di kawasan pemukiman.
Copyrights © 2026