Pendidikan adab di madrasah sering kali tidak berdiri sebagai mata pelajaran khusus, sehingga efektivitasnya bergantung pada kemampuan lembaga mengintegrasikan nilai ke dalam pembelajaran dan budaya sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan pendidikan adab, mekanisme pendukung, serta keterbatasannya di MI Fatimah Al Hajiri, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data bersumber dari wawancara semi-terstruktur dengan kepala madrasah dan guru Akidah Akhlak yang dipilih secara purposif, serta dokumen profil, kurikulum, program, dan rekapitulasi peserta didik tahun ajaran 2025/2026. Data dianalisis melalui kondensasi, pengodean tematik, penyajian, dan penarikan kesimpulan; keabsahan diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan adab diterapkan melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah dan perilaku, integrasi nilai dalam mata pelajaran, penciptaan lingkungan islami, program MABIT, muhadharah, dan perkemahan, serta kerja sama dengan orang tua. Pola tersebut bersifat aplikatif-integratif dan selaras dengan ta’dib karena menghubungkan ilmu, pembiasaan, dan penempatan tindakan secara tepat. Namun, implementasinya belum ditopang kurikulum adab tertulis yang sistematis, pemahaman guru belum seragam, dan kesinambungan praktik di rumah bergantung pada keterlibatan keluarga. Temuan menegaskan perlunya indikator adab dan asesmen formatif.
Copyrights © 2026