UMKM kerajinan sasirangan di Kota Banjarmasin berperan strategis dalam mendukung perekonomian lokal sekaligus melestarikan budaya daerah. Namun, keberlanjutannya masih terkendala lemahnya pengelolaan keuangan, seperti rendahnya literasi keuangan, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, serta tidak adanya pencatatan sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan dalam meningkatkan literasi dan praktik keuangan UMKM sasirangan. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan luring. Data diperoleh dari observasi, wawancara singkat, hasil praktik peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman serta perubahan praktik, terutama dalam pemisahan keuangan, pencatatan transaksi harian, dan penyusunan laporan laba rugi serta arus kas sederhana. Peserta juga lebih siap memahami persyaratan akses pembiayaan formal. Kesimpulannya, pelatihan aplikatif berperan penting memperkuat kapasitas UMKM berbasis budaya lokal
Copyrights © 2026