ASI eksklusif memberikan nutrisi yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk perkembangan motorik. Namun, cakupan ASI eksklusif masih berada di bawah target nasional, dan bukti mengenai hubungannya dengan perkembangan motorik bayi di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik pada bayi usia 0–6 bulan di Puskesmas PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 50 bayi yang memenuhi kriteria inklusi. Status pemberian ASI eksklusif diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan perkembangan motorik dinilai menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST II). Data dianalisis menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Dari seluruh responden, sebanyak 60,0% memperoleh ASI eksklusif dan 84,0% menunjukkan perkembangan motorik normal. Bayi yang memperoleh ASI eksklusif memiliki proporsi perkembangan motorik normal yang lebih tinggi (93,3%) dibandingkan dengan bayi yang tidak memperoleh ASI eksklusif (70,0%). Hasil Fisher's Exact Test menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik (p = 0,047). Pemberian ASI eksklusif berhubungan secara signifikan dengan perkembangan motorik pada bayi usia 0–6 bulan. Promosi pemberian ASI eksklusif dan pelaksanaan skrining perkembangan secara rutin dapat mendukung perkembangan bayi yang optimal.
Copyrights © 2026