Stunting masih menjadi tantangan gizi yang serius di Indonesia, terutama di Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, di mana banyak balita yang tergolong dalam kategori rentan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam mencegah stunting di Pos PAUD Apel, Kembang. Metode kualitatif deskriptif diterapkan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan pengelola program, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Efektivitas diukur menggunakan lima indikator Riant Nugroho: kebijakan yang tepat, pelaksana, sasaran, lingkungan, dan proses. Hasil menunjukkan bahwa program ini memenuhi kelima kriteria tersebut. Makanan tambahan dibagikan setiap minggu kepada balita dengan berat badan kurang, dengan melibatkan orang tua, guru, kader, dan pejabat desa. Intervensi ini berhasil meningkatkan berat badan anak-anak dan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai gizi seimbang. Meskipun demikian, pencairan dana desa yang hanya dilakukan sekali setiap tiga bulan membatasi optimalisasi operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PMT secara efektif mengurangi risiko stunting di tingkat akar rumput, meskipun alokasi dana yang lebih sering disarankan untuk memastikan keberlanjutan program.
Copyrights © 2026