Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
553-560

Usulan Perbaikan Fasilitas Kerja pada Stasiun Kerja Penjahitan di Konveksi Aqila Berkah Jaya

Salsabila Mukharomah (Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Nur Rahman As'ad (Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung)
Anis Septiani (Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. The garment industry involves repetitive work activities and long working hours that increase the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs) when workstations are not ergonomically designed. At the sewing workstation of PT Aqila Berkah Jaya, the production target of 150 pieces/day has not been achieved, with actual output averaging only 120 pieces/day. This condition is associated with musculoskeletal complaints that force operators to take frequent rest breaks, highlighting the need for ergonomic workstation improvements to enhance occupational safety and productivity. This study aimed to identify musculoskeletal complaints, evaluate working posture risks, and design an ergonomic workstation. Musculoskeletal complaints were assessed using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, while working posture risks were evaluated using the Loading on the Upper Body Assessment (LUBA) method involving six sewing operators. Anthropometric data from 31 operators were used to develop the workstation design, which was validated through CATIA simulation. The results showed that the most frequent complaints occurred in the neck, shoulders, upper back, and lower back. LUBA assessment indicated that material retrieval, sewing, and finished-product storage tasks were classified as moderate to high risk. The proposed ergonomic workstation reduced all task risk levels to Category II, demonstrating its potential to minimize MSD risks, improve operator comfort, and enhance productivity. Abstrak. Industri garmen memiliki aktivitas kerja berulang dengan durasi kerja yang panjang sehingga berisiko menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs) apabila fasilitas kerja tidak dirancang secara ergonomis. Pada stasiun kerja penjahitan PT Aqila Berkah Jaya, target produksi sebesar 150 pcs/hari belum tercapai karena realisasi produksi hanya mencapai rata-rata 120 pcs/hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keluhan muskuloskeletal yang menyebabkan operator sering beristirahat, sehingga diperlukan perbaikan fasilitas kerja untuk meningkatkan keselamatan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, mengevaluasi risiko postur kerja, serta merancang fasilitas kerja ergonomis. Keluhan diidentifikasi menggunakan Nordic Body Map (NBM), risiko postur dinilai dengan Loading on the Upper Body Assessment (LUBA) pada enam operator, sedangkan rancangan fasilitas disusun berdasarkan data antropometri 31 operator dan dievaluasi melalui simulasi CATIA. Hasil penelitian menunjukkan keluhan dominan terjadi pada leher, bahu, punggung atas, dan punggung bawah. Penilaian LUBA menunjukkan aktivitas pengambilan bahan, penjahitan, dan penyimpanan hasil jahitan berada pada kategori risiko sedang hingga tinggi. Rancangan fasilitas kerja mampu menurunkan tingkat risiko seluruh elemen kerja menjadi kategori II, sehingga berpotensi mengurangi risiko MSDs, meningkatkan kenyamanan, dan mendukung peningkatan produktivitas.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSIES

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Engineering Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science (BCSIES) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Teknik Industri dengan ruang lingkup, NASA-TLX, Alat Kualitas, Analisis SWOT, Analytical Hierarchy Process, Arsitektur Sistem Informasi ...