Diabetes Melitus penyakit kronis yang dapat berisikomenimbulkan komplikasi berupa hiperglikemia dan gangguan perfusi periferdengan jumlah penderita sebesar 11,7% di Indonesia. Salah satu intervensinonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan kadargula darah dan meningkatkan sirkulasi perifer adalah senam aerobik.Tujuan :Mengetahui pengaruh senam aerobik terhadap efektivitas perfusi perifer dan kadargula darah pada penderita Diabetes Melitus di Kelurahan Cemani. Metode :Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan onegroup pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam aerobikdilakukan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukurankadar gula darah sewaktu menggunakan glukometer dan perfusi perifer diukurmenggunakan Ankle Brachial Index (ABI). Analisis data menggunakan uji Pairedt-test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah sewaktu menurun dari 262,10 mg/dLmenjadi 150,30 mg/dL setelah intervensi. Rata-rata nilai ABI meningkat dari 0,80menjadi 1,096. Hasil uji Paired t-test menunjukkan terdapat pengaruh yangsignifikan senam aerobik terhadap penurunan kadar gula darah dan peningkatanefektivitas perfusi perifer dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Senamaerobik berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu danpeningkatan ankle brachial indeks pada penderita Diabetes Melitus. Senamaerobik dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologisyang aman, mudah dilakukan, dan efektif dalam membantu pengendalian diabetesserta mencegah komplikasi vaskular.
Copyrights © 2026