Teman sebaya dapat dianalogikan sebagai lingkungan sosial perdana, di mana seseorang remajaberlatih untuk berinteraksi dan menunjukkan rasa hormat kepada individu lain yang bukan berasal darilingkungan rumahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan teman sebaya dengankesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto. Metode penelitian menggunakanmetode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 74 respondenyang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner Peer Relationship Scale dan kuesioner Strenght Difficulties Questionnaire(SDQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya kategori sedang sebanyak 34 responden(45,9%) dan kategori tinggi sebanyak 40 responden (54,1%). Kesehatan mental kategori normalterdapat 3 responden (4,1%), kategori borderline terdapat 13 responden (17,6%), dan kategoriabnormal sebanyak 58 responden (78,4%). Hasil bivariat menggunakan uji Spearman Rankmenunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara temansebaya dengan kesehatan mental pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto.
Copyrights © 2026