Jurnal Kreativitas PKM
Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)

Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) sebagai Upaya Preventif Komplementer Terhadap Kanker Serviks melalui Peningkatan Daya Tahan Tubuh Pada Wanita Usia Subur di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang

Miftakhul Mahfirah Ermadona (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendedes Malang Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi)
Indah Mauludiyah (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendedes Malang Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi)
Eva Inayatul Faiza (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendedes Malang Program Studi Kebidanan Program Sarjana)
Riski Akbarani (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendedes Malang Program Studi Kebidanan Program Sarjana)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2026

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang persisten sebagai penyebab utama. Wanita usia subur (WUS) di wilayah pedesaan seperti Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memiliki akses dan pemanfaatan skrining IVA/Pap Smear yang masih rendah, sementara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pendamping gaya hidup sehat belum diintegrasikan secara terarah ke dalam edukasi kesehatan reproduksi. Mengevaluasi perubahan pemanfaatan TOGA, pengetahuan, dan perilaku konsumsi herbal pada WUS di Desa Slamet sebelum dan sesudah edukasi sebagai upaya preventif komplementer kanker serviks melalui peningkatan daya tahan tubuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif, pendampingan skrining mandiri berbasis aplikasi CerviCheck, serta edukasi dan demonstrasi enam jenis TOGA (kunyit putih, meniran, daun kelor, daun sirsak, keladi tikus, dan sambiloto), dengan desain one group pre-test post-test pada 55 responden WUS di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pemanfaatan TOGA meningkat dari 49,1% (pre-test) menjadi 76,4% (post-test), dengan pergeseran pola konsumsi ke arah kunyit putih dan daun kelor sebagai jenis herbal yang paling dominan. Rerata skor pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat dari 63,6% menjadi 95,5%; pada item pengetahuan spesifik terkait herbal, pemahaman tentang kandungan antioksidan kunyit putih meningkat dari 61,8% menjadi 92,7%, dan pemahaman tentang pentingnya takaran herbal yang tepat meningkat dari 50,9% menjadi 100%. Peran tenaga kesehatan sebagai sumber informasi herbal meningkat tajam dari 0% menjadi 34,5%. Edukasi TOGA yang dipadukan dengan skrining berbasis machine learning terbukti efektif meningkatkan pemanfaatan herbal secara rasional, pengetahuan, dan kesadaran WUS mengenai peran TOGA sebagai pendamping, bukan pengganti, upaya pencegahan medis kanker serviks. Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, TOGA, Kanker Serviks, Daya Tahan Tubuh, Pencegahan Komplementer, Wanita Usia Subur.ABSTRACT Cervical cancer remains a leading cause of cancer death among women in Indonesia, primarily caused by persistent Human Papilloma Virus (HPV) infection. Women of reproductive age (WRA) in rural areas such as Slamet Village, Tumpang Sub-district, Malang Regency still have low access to IVA/Pap smear screening, while the use of Family Medicinal Plants (TOGA) as a complementary healthy-lifestyle practice has not been systematically integrated into reproductive health education. To evaluate changes in TOGA utilization, knowledge, and herbal-consumption behavior among WRA in Slamet Village before and after education as a complementary preventive effort against cervical cancer through immune system enhancement. This community service activity used interactive counseling, assisted self-screening through the CerviCheck application, and education with demonstration of six TOGA species (white turmeric, phyllanthus, moringa leaf, soursop leaf, typhonium, and andrographis), applying a one group pre-test post-test design on 55 WRA respondents in Slamet Village, Tumpang Sub-district, Malang Regency. TOGA utilization increased from 49.1% (pre-test) to 76.4% (post-test), with a shift toward white turmeric and moringa leaf as the dominant herbs consumed. Mean reproductive-health knowledge score increased from 63.6% to 95.5%; herb-specific knowledge on the antioxidant content of white turmeric increased from 61.8% to 92.7%, and knowledge on proper herbal dosage increased from 50.9% to 100%. The role of health workers as a source of herbal information rose sharply from 0% to 34.5%. TOGA education combined with machine-learning-based screening effectively improved rational herbal utilization, knowledge, and awareness among WRA that TOGA is a complement to, not a substitute for, medical cervical-cancer prevention. Keywords: Family Medicinal Plants, TOGA, Cervical Cancer, Immune System, Complementary Prevention, Women Of Reproductive Age.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreativitas

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada ...