Penggunaan kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan suntik masih menjadi pilihan utama akseptor Keluarga Berencana (KB). Meskipun efektif, penggunaan kontrasepsi jangka pendek dalam waktu yang lama tanpa evaluasi metode dapat menimbulkan berbagai efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek dengan risiko efek samping pada akseptor KB di Klinik Pratama Bhakti Asih Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 akseptor KB pengguna kontrasepsi jangka pendek yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi jangka pendek lebih dari dua tahun dan mengalami efek samping berupa gangguan menstruasi. Analisis bivariat p-value = 0,012 adanya hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek dengan risiko efek samping. Disimpulkan bahwa semakin lama penggunaan kontrasepsi jangka pendek, semakin tinggi risiko efek samping yang dialami akseptor KB.
Copyrights © 2026