Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Desa Sekaroh, Kabupaten Lombok Timur menghadapi tantangan berupa perlunya kepastian dukungan dan penerimaan masyarakat lokal dalam perspektif green economy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi masyarakat mengenai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap tingkat penerimaan rencana pembangunan PLTB. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei diterapkan melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap proyek PLTB tergolong sangat tinggi. Secara simultan, variabel persepsi dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan masyarakat. Secara parsial, persepsi dampak ekonomi dan dampak lingkungan terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan persepsi dampak sosial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekspektasi manfaat ekonomi langsung dan kesadaran ekologis merupakan faktor kunci penentu keberhasilan adopsi infrastruktur energi terbarukan di wilayah pesisir.
Copyrights © 2026