Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026

Analisis Break Even Point (BEP) dan Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah di Desa Samirono Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang

Ani Wahyu Lestari (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Endah Subekti (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Dewi Hastuti (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang)
Shofia Nur Awami (Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Semarang)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

Usaha ternak sapi perah memiliki peran penting dalam penyediaan susu sekaligus sebagai sumber pendapatan masyarakat pedesaan, namun sebagian besar peternak belum melakukan analisis kelayakan usaha secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan menganalisis total biaya, penerimaan, pendapatan, Break Even Point (BEP), dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) usaha ternak sapi perah di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 133 peternak sapi perah, dengan sampel sebanyak 34 responden yang ditentukan menggunakan purposive sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Break Even Point, dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi sebesar Rp56.995.474, rata-rata penerimaan Rp72.865.307, dan rata-rata pendapatan Rp15.869.834 per periode laktasi. Nilai rata-rata BEP unit sebesar 8.091,23 liter, BEP harga sebesar Rp5.819 per liter, sedangkan nilai R/C Ratio sebesar 1,22. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha ternak sapi perah di Desa Samirono telah melampaui titik impas, memberikan keuntungan, dan layak untuk dikembangkan.

Copyrights © 2026