Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkembangnya penggunaan mekanisasi pertanian dalam kegiatan pemanenan padi, khususnya melalui penggunaan Combine Harvester dan Power Thresher. Kedua teknologi tersebut memiliki sistem kerja dan kebutuhan tenaga kerja yang berbeda sehingga dapat menghasilkan tingkat produktivitas yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serta mengetahui perbedaan produktivitas Combine Harvester dan Power Thresher pada kegiatan panen padi di Desa Ringin Sari, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan teknik sampling jenuh atau sensus. Responden penelitian berjumlah 14 orang, terdiri atas 7 pengguna Combine Harvester dan 7 pengguna Power Thresher. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menghitung produktivitas alat dan produktivitas tenaga kerja, dilanjutkan dengan uji homogenitas varians dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas Combine Harvester sebesar 0,6086 ha/jam, sedangkan Power Thresher sebesar 0,2186 ha/jam. Produktivitas tenaga kerja Combine Harvester sebesar 2,4014 ton/orang/hari, sedangkan Power Thresher sebesar 0,2096 ton/orang/hari. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua teknologi tersebut dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Tingginya produktivitas Combine Harvester berkaitan dengan sistem kerja yang terintegrasi, kapasitas mesin, penggunaan tenaga kerja yang lebih efisien, pengalaman operator, serta kondisi lahan yang mendukung. Dengan demikian, Combine Harvester lebih unggul dalam produktivitas alat dan tenaga kerja dibandingkan Power Thresher pada lokasi penelitian.
Copyrights © 2026