Kawasan akses Jalan Merdeka–Damai, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, merupakan daerah dengan tingkat kejadian longsor yang tinggi akibat kondisi morfologi berupa lereng curam, litologi dominan batulempung, serta perubahan tutupan lahan yang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kerentanan longsor dan merumuskan strategi mitigasi geoteknik yang efektif dan berbasis prioritas risiko. Analisis kerentanan dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) berbasis Sistem Informasi Geografis dengan mempertimbangkan parameter kemiringan lereng, tutupan lahan, litologi, dan curah hujan. Selanjutnya, empat lokasi kritis dianalisis lebih rinci melalui pemodelan stabilitas lereng menggunakan perangkat lunak Slide untuk memperoleh nilai Factor of Safety (FK) dan karakteristik bidang longsor. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar area penelitian berada pada kelas rawan hingga sangat rawan longsor, dengan nilai FK awal < 1 yang mengindikasikan kondisi lereng tidak stabil. Berdasarkan karakteristik geoteknik dan hasil simulasi, dirancang beberapa alternatif mitigasi teknis berupa kombinasi soil nailing, retaining wall, wiremesh, dan shotcrete yang disesuaikan dengan kondisi tiap lokasi. Penerapan skenario mitigasi menunjukkan peningkatan kestabilan lereng yang signifikan, dengan nilai FK pasca-mitigasi melebihi 1,3. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan integratif antara analisis kerentanan dan pemodelan geoteknik mampu menghasilkan rekomendasi mitigasi yang aplikatif, serta dapat menjadi dasar perencanaan infrastruktur jalan yang lebih aman dan berkelanjutan di wilayah perkotaan rawan longsor.
Copyrights © 2026