Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merekonstruksi model lingkungan pengendapan di daerah Jongkang, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode yang digunakan meliputi pengukuran stratigrafi terperinci (Measured Section), analisis granulometri, dan pengamatan mikrofosil untuk menginterpretasikan karakteristik litologi, energi pengendapan, serta perubahan lingkungan dari waktu ke waktu. Hasil pengamatan lapangan pada lima titik singkapan (JGK-1 hingga JGK-5) menunjukkan variasi litologi berupa batupasir halus, batulempung, dan batugamping kristalin dengan struktur sedimen berupa laminasi sejajar, wavy lamination, serta struktur masif. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, lingkungan pengendapan diinterpretasikan berkembang dari sistem lower delta plain menuju shallow marine. Lokasi JGK-1, JGK-3, JGK-4, dan JGK-5 menunjukkan dominasi proses fluvial dengan energi rendah hingga sedang yang mencerminkan lingkungan lower delta plain, sedangkan JGK-2 memperlihatkan pengaruh laut dangkal akibat kehadiran batugamping kristalin dan struktur wavy lamination yang menandakan kondisi shoreface hingga nearshore. Secara keseluruhan, urutan stratigrafi di daerah penelitian memperlihatkan perubahan fasies dari darat ke laut, menunjukkan transisi regresif–transgresif yang umum terjadi pada sistem delta Mahakam selama Miosen Tengah–Akhir. Hasil penelitian ini memberikan gambaran evolusi sedimentasi lokal serta dapat menjadi dasar untuk interpretasi lebih lanjut terkait potensi geologi dan rekonstruksi sejarah pengendapan di Cekungan Kutai.
Copyrights © 2026