Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan implementasi smart farming untukmonitoring parameter fisis tanah melalui sensor. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada lahan subur,berbeda dengan kondisi lahan gambut di Kalimantan Tengah yang memerlukan penanganan spesifik. Penelitianini bertujuan merancang sistem smart farming berbasis IoT di lahan gambut Universitas Palangka Raya (UPR)sebagai upaya mendukung Kalimantan Tengah menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan Ibu Kota Negara(IKN). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan rancang bangun, melibatkan perancangan alat, pengujian,dan pengumpulan data yang terintegrasi dengan smartphone untuk monitoring. Penggunaan sensor DHT11,DS18B20, dan capacitive soil moisture sensor secara bersamaan terbukti mampu memberikan gambaran akuratdan dinamis terhadap kondisi lingkungan mikro lahan gambut, menunjukkan keterkaitan erat antara suhu dankelembaban tanah. Data yang dihasilkan mendukung penentuan kebutuhan dan penempatan sensor yang tepat,memungkinkan monitoring real-time melalui IoT, serta analisis tren suhu dan kelembaban harian untukpengambilan keputusan optimal terkait irigasi dan pemupukan.
Copyrights © 2026