Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menjadi tantangan bagi sistem kesehatan karena kerentanan kelompok ini terhadap penurunan fungsi fisik dan psikososial yang berdampak pada tingkat kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemandirian lansia di wilayah kerja Puskesmas Kebomas, Kabupaten Gresik. Penelitian analitik observasional dengan rancangan cross-sectional dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026. Populasi penelitian sebanyak 185 lansia dan sampel berjumlah 127 responden yang dipilih secara simple random sampling. Faktor sosiodemografi dan riwayat penyakit kronis dianalisis hubungannya dengan tingkat kemandirian yang diukur menggunakan Barthel Index. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,005; r=-0,250) dan riwayat penyakit kronis (p=0,015; r=0,215) terhadap tingkat kemandirian lansia. Namun, variabel usia (p=0,361), jenis kelamin (p=0,796), dan pekerjaan (p=0,325) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan literasi kesehatan sehingga mempertahankan kemandirian, sementara penyakit kronis memberikan limitasi fisik langsung terhadap aktivitas sehari-hari. Penguatan program preventif berbasis masyarakat dan edukasi kesehatan dengan media visual sangat disarankan.
Copyrights © 2026