Demam tifoid merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak dengan kasus meningkat di RS Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak usia 5-14 tahun. Survei analitik cross-sectional kuantitatif dilakukan pada 52 anak di ruang al-Insan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpul melalui kuesioner terstruktur yang menilai umur, pengetahuan orang tua, dan personal hygiene, dianalisis menggunakan uji Chi-square (p<0,05) dengan Prevalence Odds Ratio (POR). Hasil menunjukkan 61,5% kasus tifoid, terutama pada usia 5-10 tahun (74,3%), pengetahuan orang tua kurang (100%), dan hygiene buruk (78,6%). Hubungan signifikan ditemukan antara umur (p=0,008, POR=0,189), pengetahuan (p=0,000, POR=11,000), dan hygiene (p=0,007, POR=5,133) dengan kejadian tifoid. Disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua dan praktik hygiene yang buruk meningkatkan risiko demam tifoid secara substansial, sehingga diperlukan intervensi edukasi kesehatan terarah.
Copyrights © 2026