Jalan Insinyur H. Juanda di sisi Stasiun Bekasi merupakan ruas jalan arteri nasional dengan volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 75.538 kendaraan/hari dan dilalui sekitar 67.806 pejalan kaki per hari. Tingginya aktivitas penyeberangan tanpa fasilitas yang memadai menimbulkan potensi kecelakaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan fasilitas penyeberangan berdasarkan aspek kenyamanan, keamanan, dan keselamatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui traffic counting dan analisis Level of Service (LOS) pejalan kaki serta formula empiris PV², dan kualitatif melalui survei kuesioner dan analisis Origin-Destination (O-D). Hasil penelitian menunjukkan nilai PV² tertinggi sebesar 1,6 × 10¹¹, jauh melampaui batas minimum 2 × 10⁸ untuk rekomendasi penyeberangan tidak sebidang. Tingkat kecelakaan di ruas jalan ini mencapai 6,67–16,67 kecelakaan/km.tahun dan termasuk kategori blackspot. Survei kuesioner kepada 103 responden menunjukkan 72% sangat membutuhkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan 95% menyatakan akan menggunakannya. Penelitian ini merekomendasikan pembangunan JPO yang terintegrasi langsung dengan Stasiun Bekasi dengan lebar 3 meter, ketinggian 5,65 meter, dilengkapi tangga, lift, dan eskalator
Copyrights © 2026