Krisis ekologis global tidak hanya merupakan persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis moral dan spiritual manusia kontemporer. Artikel ini membahas relevansi etika komprehensif lintas iman dengan menelaah dua sumber keagamaan yaitu konsep ekologi integral dalam Ensiklik Laudato Si’ dan prinsip keseimbangan sosial-alam dalam Q.S. Al-Qashash [28]: 77. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis konseptual dan komparatif. Langkah-langkah utama penelitian mencakup pembacaan kritis, penafsiran makna teologis, dan identifikasi kesamaan struktur nilai etis dari kedua teks. Hasil kajian menunjukkan bahwa keduanya memiliki landasan moral yang sama: tanggung jawab manusia terhadap ciptaan bersumber dari kesadaran iman dan keterhubungan spiritual dengan alam. Laudato Si’ menekankan pertobatan ekologis dan keterhubungan universal, sementara Q.S. Al-Qashash [28]: 77 mengajarkan keseimbangan antara orientasi akhirat, tanggung jawab sosial, dan kelestarian ekologis. Sintesis keduanya menghasilkan model etika komprehensif yang menolak antroposentrisme dan menegaskan pentingnya keseimbangan spiritual, sosial, dan ekologis sebagai dasar moral bagi keberlanjutan kehidupan di “rumah bersama”.
Copyrights © 2026