Transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, kesiapan digital UMKM masih belum merata dan sulit diukur secara objektif karena sebagian besar proses penilaian masih dilakukan secara manual dan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi dan sistem penunjang keputusan berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM) untuk mengevaluasi kesiapan digitalisasi UMKM secara objektif, konsisten, dan sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D). Metode yang digunakan adalah kombinasi Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk perankingan alternatif. Penelitian ini menggunakan sembilan kriteria utama, yaitu kepemimpinan digital, infrastruktur teknologi informasi, sumber daya manusia digital, keuangan, operasional digital, digital marketing, dukungan eksternal, budaya organisasi, dan keamanan informasi. Data diperoleh dari 30 UMKM hasil observasi lapangan di daerah 3T. Model yang dikembangkan selanjutnya diimplementasikan ke dalam Sistem Penunjang Keputusan berbasis web dan diuji menggunakan Black Box Testing serta User Acceptance Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kepemimpinan digital memperoleh bobot tertinggi, dengan nilai preferensi TOPSIS tertinggi sebesar 0,796 dan terendah sebesar 0,40. Sistem yang dikembangkan mampu memberikan evaluasi yang objektif dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam strategi digitalisasi UMKM, khususnya di daerah 3T.
Copyrights © 2026