Produksi ASI yang belum optimal masih menjadi salah satu kendala dalam pemberian ASI pada ibu postpartum. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bermanfaat untuk menstimulasi peningkatan volume sekaligus kelancaran pengeluaran ASI adalah pijat oksitosin. Studi ini diselenggarakan guna mengukur tingkat efektivitas pijat oksitosin saat menyasar produksi ASI pada ibu postpartum di area kerja Puskesmas Muara Sabak Barat pada tahun 2026. Kajian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan mengeksploitasi rancangan Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest. Dengan memanfaatkan prosedur total sampling, sebanyak 15 ibu postpartum ditetapkan sebagai sampel. Intervensi berupa pijat oksitosin diaplikasikan sebanyak satu kali setiap hari dalam kurun waktu tiga hari beruntun, yang menghabiskan durasi antara 15 hingga 20 menit. Proses pengukuran ASI dilaksanakan pada fase sebelum serta sesudah intervensi dengan mengandalkan instrumen lembar observasi. Tahapan analisis data diselesaikan dengan memadukan uji Paired Sample t-Test beserta Shapiro-Wilk. Luaran riset mendeskripsikan bahwa besaran rata-rata produksi ASI sebelum diberikan pijat oksitosin sebesar 45,0 ml/cc dan meningkat menjadi 62,2 ml/cc setelah intervensi, dengan peningkatan rata-rata sebesar 17,2 ml/cc. Capaian dari evaluasi Paired Sample t-Test memproyeksikan perolehan nilai t = 10,742 yang didampingi skor p < 0,001. Fakta analitis ini mengonfirmasi presensi perbedaan berskala signifikan pada taraf produksi ASI tatkala membandingkan periode sesudah dengan sebelum dieksekusinya pijat oksitosin. Sebagai konklusi, implementasi pijat oksitosin terbukti efektif dalam mendongkrak produksi ASI di kalangan ibu postpartum.
Copyrights © 2026