Penelitian ini menganalisis pengaruh Transformasi Digital dan Budaya Organisasi Adaptif terhadap Efektivitas Pelayanan Publik, dengan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai variabel mediasi, pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Temanggung. Digitalisasi birokrasi kerap dijalankan tanpa memperhatikan secara memadai mekanisme budaya organisasi dan kinerja pegawai yang menjembatani teknologi menjadi hasil layanan, sehingga jalur mediasi tersebut masih jarang dikaji pada level pemerintah daerah. Penelitian eksplanatori kuantitatif ini melibatkan 105 ASN yang dipilih dengan teknik total sampling dari populasi 141 ASN, menggunakan kuesioner Likert lima poin. Data disaring melalui analisis validitas berbasis analisis faktor dan uji reliabilitas Cronbach's Alpha, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda dan Sobel test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transformasi Digital dan Budaya Organisasi Adaptif masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja ASN maupun Efektivitas Pelayanan Publik, Kinerja ASN berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Pelayanan Publik, serta Kinerja ASN terbukti memediasi secara parsial pengaruh Transformasi Digital (Sobel z = 3,587; p = 0,0003) dan Budaya Organisasi Adaptif (Sobel z = 3,555; p = 0,0004) terhadap Efektivitas Pelayanan Publik. Ketujuh hipotesis penelitian seluruhnya didukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dan budaya adaptif memperkuat efektivitas pelayanan publik terutama melalui peningkatan kinerja ASN terlebih dahulu, sehingga investasi teknologi pada instansi publik perlu diiringi pengembangan kompetensi pegawai dan penguatan budaya kerja adaptif secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026