Kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah merupakan penentu penting dalam mencapai tata kelola yang transparan dan akuntabel. Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak kompetensi sumber daya manusia, manajemen risiko, Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), penerapan teknologi informasi, dan penegakan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) terhadap kualitas laporan keuangan yang dihasilkan oleh pemerintah daerah di Organisasi Aparat Daerah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui survei terhadap 100 entitas yang bergerak di bidang jasa manajemen keuangan dan aset. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda memakai IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian memperlihatkan kompetensi sumber daya manusia, efektivitas SPIP, dan penerapan SAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah. Sebaliknya, manajemen risiko dan penerapan teknologi informasi tidak menunjukkan dampak yang substansial. Skor Adjusted R Square 0,779 memperlihatkan model tersebut menjelaskan 77,9% varians dalam kualitas laporan keuangan, dengan sisanya disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak termasuk dalam model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan perangkat, peningkatan pengendalian internal, dan penerapan SAP yang konsisten merupakan faktor utama dalam meningkatkan kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah.
Copyrights © 2026